🐱 Puisi Bahagia Itu Sederhana

BahagiaItu Sederhana; Selanjutnya. Tutup. Puisi Pilihan. Comot Saja Bahagia Itu Meski Cuma Sekali . 2 Agustus 2022 22:53 Diperbarui: 2 Agustus 2022 22:54 0 0 0 + Laporkan Konten Lihat foto Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com. Kebahagiaan itu boleh jadi ada pada suatu keluarga. Bukan oleh karena kaya atau melarat secara materi Semuaorang akan merasakan kebahagiaan apabila dia mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan Bahagiaitu puisi yang penulis persembahkan untuk kalian sekarangdalam puisi ini membuat kita mampu untuk bahagia walau hanya me 1 Sesederhana Senyuman. Bahagia itu sederhana, sesederhana kamu tersenyum dan bersyukur dengan apa yang sudah kamu punya. Tampaknya kamu perlu merenungkan dalam-dalam kata-kata bijak tentang bahagia itu sederhana yang tertera pada kutipan di atas. Bahwa terkadang, kebahagiaan hadir dalam setiap senyuman dan dengan adanya rasa syukur di hatimu. KataKata Bahagia Itu Sederhana - Kata 'sederhana' tidak sekadar perlu diucapkan, tapi perlu dipraktikkan. Sederhana dalam menjalani keseharian menjadi salah satu cara untuk mencapai hidup yang bersahaja. Bahkan, pahlawan seperti Mohammad Hatta dikenal dengan hidupnya yang sederhana. Oleh karena itulah, meski Hatta pernah berada dalam Janganlupa bantu like, koment,share, and subscribe. Jangan lupa juga pecet tombol loncengnya untuk bisa menikmati karya2 yang lainya. Selamat ulang tahun perkawinan yang ke-51 ya Papa, Pama. Bahagia selalu di antara anak mantu cucu cicit," ucapku pada sepasang orang tua yang kukenal baik. Perayaan sederhana, tapi menyentuh. Papa dan Mama sama-sama berumur 75 tahun. Duduk, diam tersenyum dan memandang sekelilingnya. Seakan-akan mau berkata, "Kalian semua Papa Mama cintai. Bahagiaitu sederhana. Ketika aku dan dirimu bebas bertamasya. Kita pergi ke luar daerah. Bermain pasir asmara. Duduk bersandar di gubuk tua sembari meminum air kelapa muda. Kini bahagianya kita tidak lagi sederhana. Bahagia yang sesederhana itu telah berganti dengan syair-syair ratapan. Kini tukang siomay sudah pandai berpuisi. Sebelumnyasaya minta maafdidalam videonya ada lagi vapingsebenarnya bukan adegan itu yg mau saya sampaikanAwalnya semua kehidupan itu simple, murah, tanpa s pRuXw5. Puisi "Bahagia Itu Sederhana" merupakan salah satu puisi yang paling dicari oleh banyak orang. Baik dalam bentuk puisi baru maupun puisi lama, seperti syair, nazam, ataupun pantun. Bahagia sendiri impian bagi semua orang. Gina sendiri ingin bahagia dalam hidup ini; ceria setiap hari; riang dalam hati; meriah dalam merayakan anugerah kehidupan ini. Akan tetapi seringkali lupa, Bahwa sesungguhnya bahagia itu sederhana. Sangat sederhana. Cukup dengan memutuskan bahwa kita bahagia maka bahagia. Hanya saja... Kita sendirilah yang memberikan banyak syarat agar berbahagia. Dan syarat itu berasal dari luar diri kita. Tidak perlu berlama-lama, nikmati puisi bahagia itu sederhana dari Gina. Puisi Nyanyian Jiwa Mungkin keinginan itu masih banyak Bagai butir-butir pasir di pantai Atau seperti gerimis sebelum hujan Tetapi usiaku mungkin tak sebanyak itu Untuk mengejar keinginan keinginan yang kuanggap jalan menuju kebahagiaan. Dan betapa diriku salah. Kini kudengarkan puisi jiwa Yang melantun merdu di ruang jiwa Bahwa bahagia itu sederhana Hadapkan hati pada Pencipta Terima takdir tanpa banyak bicara Syukuri hidup sepenuh-penuhnya Bahagia Karena Cintamu Mendung mungkin masih hitam Sisa gemuruh tadi malam Namun esok mentari kan bersinar Cahayanya terpancar Hatiku sesejuk embun Semangatku sehangat sinar sang surya Jiwaku syahdu laksana pagi Hari ini Aku bahagia karena cintamu Cintamu itu Yang sangat sederhana Sesederhana bunga Yang kuncup tanpa terburu-buru Mekar tanpa kecemasan Dan Layu jika memang sudah waktunya. Aku bahagia Dan bahagia itu sederhana. Sederhana Itu Yang Kuinginkan Ingin kutuliskan Puisi bahagia itu sederhana Bukan untuk siapa-siapa Hanya untuk diriku saja. Agar hatiku sederhana seperti embun Bening, dingin, serta penuh kesejukan. Bersahaja bagai bunga melur Hangat seperti mentari pagi Indah seperti baris sajak Aku ingin hatiku Sesyahdu syair pujangga Semegah sajak istana Semerdu nyanyian burung Mengalun bagai irama lagu Mengembara laksana angin Itulah beberapa puisi bahagia itu sederhana. Meskipun sudah beberapa kali membuat puisi dengan tema bahagia dan sederhana, masih juga Gina ingin menuliskannya. Gina memang suka menulis puisi. Kadang dengan irama, seperti dalam syair lama. Terkadang juga tanpa irama yang beraturan sebagaimana ciri puisi kontemporer. Di lain waktu biasanya Gina menulis dengan bentuk liris seperti karya-karya Kahlil Gibran. Pujangga dan Penyair Favorit Sebenarnya tidak ada pujangga favorit. Pujangga terkenal seperti Chairil Anwar, Sapardi Joko Damono, atau WS. Rendra atau Taufik Ismail menghasilkan karya monumental. Tetapi tidak semua karya mereka bisa dinikmati. Mungkin karena terlalu puitis atau terlalu abstrak. Mungkin itulah sebabnya, terkadang Gina menuliskan puisi-puisi sederhana, dengan pilihan kata yang mudah dicerna. Gina sendiri menyukai karya dari Amir Hamzah. Puisi-puisi lamanya sangat indah. Dipengaruhi haiku dari Jepang, didominasi aura spiritual yang kental, karya Amir Hamzah sangat bermakna. Begitu juga dengan Taufik Ismail. Karyanya yang berjudul Tuhan 9 centi sangat terkenal. Kali pertama kenal dengan karya-karyanya ketika membaca Sajak Ladang Jagung. Kumpulan puisi Taufik Ismail yang terbilang awal. Tetapi... Karya-karya penyair yang tidak terkenal lah yang paling Gina sukai. Puisi-puisi yang tersebar di blog dunia maya. Terutama puisi yang bertutur. Oleh karena itu, kali ini Gina coba untuk membuat puisi dengan gaya bertutur. Selamat menikmati. Semoga bisa dinikmati... Menjadi Wanita Sederhana Senantiasa diri ini terpesona Pada wanita yang sederhana Yang memaafkan kesalahan Mendidik jiwa dengan kerendah-hatian Menerima takdir penuh ketulusan Bekerja dalam kedamaian Wanita sederhana Semangatnya laksana cahaya surya Romantisnya seperti renyai gerimis senja Senyumnya seteduh kelopak bunga Aku ingin menjadi indah Indah dengan cara sederhana Embun Beku Itu Dan menitislah... Embun beku di sudut daun Bening. Aku menatapnya penuh takjub Betapa mungil dan indah Betapa tenang dan teduh Bagai bayi yang tidur di pangkuan ibunya. Ingin kugambarkan embun beku Pada baris sajak-sajakku Pada bait puisiku Pada ayat-ayat syairku Karena Embun beku itu Tak ubahnya hatiku Hati yang dingin Tak beriak Tak gelisah Tiada pula kecemasan mengguncangkan Karena Hatiku penuh kebahagiaan Semenjak semalam Semenjak sang hujan mengajarkan Bahwa ia hidup dengan mengalir Mengikuti alunan takdir. Di beberapa blog Gina yang lain, seperti Gina juga membuat puisi dalam bentuk sastra lama. Yakni dengan menggunaan persamaan bunyi. Atau dikenal dengan puisi yang bersajak. Biasanya dalam bentuk syair. Sekedar bonus, di bloggericav ini Gina tuliskan juga puisi dalam bentuk syair. Hidup Sederhana Untuk apa mengejar dunia Sepenuh hati sepenuh jiwa Jika kita tinggalkan pada akhirnya Ditinggalkan untuk selamanya Hiduplah di dunia dengan sederhana Agar hati tentram senantiasa Hidup mudah hati tak tersiksa Walau di dunia ibarat di surga Untuk apa dendam kesumat Jika maaf lebih bermanfaat Badanpun akan terasa sehat Sangat berguna untuk akhirat Untuk apa iri dengki Lebih indah bila berbagi Cinta makhluk akan mendatangi Kasih sayang orang menyambangi Untuk apa kita berduka Karena hilang benda dunia Lebih baik berhati tabah Jiwa pun akan merasa sentausa Tak perlu kita takabur Bukan kah lebih baik kita bersyukur Karena ujung hidup adalah kubur Mati terpendam bagaikan tidur Bahagia bukan terletak pada apa yang ada di depan mata. Bahagia berasal dari menjadi rumah untuk menjadi sumber datangnya bahagia. Bahagia itu sederhana. Bukan tentang rupa,Bukan tentang harta,Bukan tentang tahta, Untuk apa wajahmu rupawan,Jika hatimu diselimuti awan. Untuk apa memiliki harta melimpah,Jika hatimu seperti rubah. Untuk apa memiliki tahta,Jika hatimu tak bisa setia. Bahagia itu sederhana. Sesederhana kamu menyapa mentari ketika pagi lalu bersyukur. Sesederhana kamu bisa melihat bintang ditengah kegelapan. Sesederhana kamu merajut mimpi ditengah keterbatasan. Saat matahari masih bersinar setiap pagi dan bintang tetap ada menemani malam percayalah kebahagian itu ada. Bahagia itu sederhana ketika kita mensyukuri apa yang kita miliki. Bekasi, 6 juli 2017 Caroline Sambuaga

puisi bahagia itu sederhana