🐇 Pandangan Para Ulama Tentang Demokrasi

1. Demokrasi dalam Perspektif Barat dan Islam. 1.1 Pengertian Demokrasi. Asal kata demokrasi adalah “demos”, sebuah kosa kata Yunani berarti masyarakat, dan “kratio” atau “krato” yang dalam bahasa Yunani berarti pemerintahan. Isitilah demokrasi berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di athena kuno pada abad ke-5 SM. DEMOKRASI KAUM SANTRI DALAM PANDANGAN ISLAM:Mendudukkan Konsep Demokrasi dan Ittiba' Kiai. January 2019; Para ulama ini Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perem puan Nahdlatul Ulama ( NU, Arab: نَهْضَةُ الْعُلَمَاءْ, translit. nahḍatul ‘ulamā', har. 'Kebangkitan Ulama';) adalah organisasi keagamaan Islam Indonesia didirikan oleh Hasyim Asy'ari, kepala Pondok Pesantren Tebuireng dari Jombang, Jawa Timur. NU [3] memiliki anggota berkisar dari 40 juta (2013) [4] hingga lebih dari 95 dunia Islam, bersama penjajahan Barat, muncul wacana baru tentang hubungan Islam dan negara. Umat Islam mulai berkenalan dengan wacana demokrasi, parlemen, pembatasan kekuasaan presiden, lembaga legislative, dan yang lain-lain datang dari Barat. Merespon hal tersebut, para ulama dan pemikir terpola pada tiga paradigma pemikiran, yaitu Artinya, “Orang paling dekat dengan derajat kenabian adalah ulama dan pejuang. Ulama memberikan petunjuk kepada manusia atas ajaran yang dibawa para rasul. Sedangkan pejuang berjihad dengan senjata mereka atas ajaran yang dibawa para rasul,” (HR Ad-Dailami). 5. Demokrasi dalam pandangan islam juga memiliki beberapa prinsip dan Batasan yang harus diperhatikan. Islam menegaskan sumber hukum yang paling tinggi adalah Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, tidak boleh ada peraturan atau keputusan yang bertentangan dengan ajaran yang ada pada Islam. Demokrasi dalam pandangan islam juga berarti menghargai Demokrasi dalam Islam. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Berangkat dari sebuah kisah para sahabat, sejarah para khalifah-khalifah dunia Islam pada saat awal munculnya Islam, seperti khutbah Abu Bakar yang diucapkan setelah beliau terpilih sebagai khalifah Ketiga, kelompok sekuler yaitu mereka yang ingin memisahkan antara Islam dan negara. menurut mereka Islam seperti agama lain yang tidak mengatur masalah keduniaan, sebagaimana praktik kenegaraan di Barat.15 Berikut beberapa pandangan ulama tentang demokrasi:16 a. Al- Maududi Al-Maududi merupakan salah satu ulama yang menolak demokrasi. Al-Mawardi menjelaskan tentang beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah: a. Berbuat adil dengan segala persyaratannya. b. Punya pengetahuan luas agar dia mampu berijtihad. c. Sehat pendengaran dan penglihatan serta lisan. d. Memiliki organ tubuh yang sempuma. e. Berwawasan luas untuk mengatur rakyat dan mengelola 1pmriEl.

pandangan para ulama tentang demokrasi